رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Memuat...

Kp. Randukurung RT.03 RW.11, Leuwigoong, Garut 44192
08788 5000 475
info@ybpa.or.id

Sejarah

Sekapur Sirih

Sejarah Yayasan

Kisah Abdul Latif bin H. Sukandi, Sang Pendiri

Beranda Sejarah

"Saat berada pada situasi tidak bisa membantu (memberi), ia seperti kapas terkena air, merasa lemah, seolah tidak punya harga."

Yayasan Bakti Putra Abadi lahir dari kegelisahan jiwa dan semangat seorang lelaki sederhana bernama Abdul Latif bin H. Sukandi bin Eyang Engkem bin Eyang Marwat bin Eyang Kelana (Kelam), yang selama ia hidup, dedikasinya pada upaya membantu masyarakat tidak diragukan lagi. Konsistensi perjuangan membangun masyarakat kampung agar berkemajuan begitu nyata terasa.

Perjalanan Hidup Abdul Latif

Sekitar 1950

Kelahiran

Abdul Latif lahir di Kp. Batu Karut (sekarang bernama Randukurung) Desa Leuwigoong, yang saat itu masuk Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Masa Kecil

Diasuh Sang Nenek

Latif ditinggal ibunya (Ma Oceh) saat belum genap 10 tahun. Ia kemudian diasuh oleh nenek dari ibunya yang bernama Murtawiyah. Nenek ini mendidik Latif dengan disiplin tegas, keras, tetapi penuh kasih sayang berdasar nilai-nilai agama.

Masa Remaja

Menimba Ilmu

Selain sekolah formal, Latif juga mengaji di musholla dan pernah mondok di pondok pesantren Cijeler. Karena kondisi ekonomi, Latif hanya mampu menamatkan jenjang sekolah rakyat.

Awal Karir

Memilih Jadi Pedagang

Selepas pesantren, Latif memutuskan memilih takdir hidupnya sendiri; menjadi pedagang. Dengan modal minimal dari simpanan sang nenek, ia memulai usaha pertamanya menjual barang pecah belah keliling dari kampung ke kampung.

Usia 20an

Menikah dengan Nur'aeni

Di usia 20an, Latif menikah dengan Nur'aeni (Een), putri dari Bpk. Emen bin H. Antasik dan Ibu Iyum dari Kp. Babakan Paku Haji. Sehari setelah akad, Latif memboyong istrinya untuk tinggal bersama sang nenek.

Tahun 70-90an

Pedagang Sukses

Naluri dagang, jiwa penyayang dan kejujuran mengantarkan Latif menjadi pedagang besar; kain, peci dan pakaian, dengan ratusan pedagang ritel di bawah binaannya. Ia dikenal sebagai pedagang sukses yang dermawan, rendah hati dan sangat ramah.

1975

Membangun Rumah & Anak Pertama

Pasangan muda itu berhasil membangun rumah mewah di jamannya. Kebahagiaan terasa lebih lengkap dengan hadirnya anak pertama, seorang laki-laki. Nenek Murtawiyah ikut diboyong ke rumah baru tersebut.

2014

Yayasan Bakti Putra Abadi Didirikan

Putra-putri Abdul Latif meneruskan semangat membantu tanpa pamrih sang ayah dengan mendirikan Yayasan Bakti Putra Abadi secara resmi. Kamar tempat Murtawiyah wafat saat sujud sholat Ashar kini dijadikan ruang kelas.

Karakter Abdul Latif

"Latif kecil seorang anak penurut tanpa banyak menuntut. Latif muda seorang remaja yang giat bekerja tanpa banyak bicara. Latif dewasa seorang bapak yang berdedikasi tinggi pada keluarga dan masyarakatnya. Latif tua, sikap-sikap itu masih terlihat nyata."

Dermawan

Rendah Hati

Jujur

Ramah

Warisan Sang Pendiri

Putra-Putri Abdul Latif bin H. Sukandi mendapat warisan hebat dari Sang Bapak; semangat membantu tanpa pamrih, yang kemudian menjadi blueprint hati keluarga besar untuk menjawab kegelisahan dan meneruskan semangat perjuangan dari seorang lelaki sederhana.

"Aku Beribadah kepada Allah Dengan banyak memberI"